Konsep-Konsep Penting Dalam Strategi Pemasaran Produk Baru

0 2747

Arti Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran menempati urutan pertama dan sangat penting dalam memulai suatu bisnis bila produk baru yang dibuat siap dijual. Strategi pemasaran produk baru biasanya banyak dilakukan oleh tim marketing perusahaan dengan berbagai macam cara agar produk cepat dikenal  dan sukses laku di pasaran. Adapun arti strategi pemasaran itu sendiri yaitu segala usaha yang berhubungan dengan sistem promosi untuk penjualan mulai dari perencanaan dan penentuan harga, hingga pendistribusian produk demi mencapai kepuasan pelanggan.

strategi pemasaran produk baru 1

Beberapa Hal Yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Menerapkan Strategi Pemasaran:

Analisis Swot

Analisis Swot merupakan metode awal berupa perencanaan strategis yang dilakukan sebagai upaya untuk melakukan evaluasi dalam sebuah proyek bisnis. Analisisnya berupa Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (peluang), serta Threats (ancaman). Berikut uraiannya:

Strength (kekuatan): analisis terhadap situasi dan kondisi yang merupakan kekuatan utama dari organisasi bisnis, dimana setiap organisasi bisnis tersebut perlu melakukan penilaian pada kekuatan serta kelemahannya melalui cara membandingkannya dengan para pesaing lain.

strategi pemasaran produk baru

Weakness (kelemahan): analisis terhadap situasi dan kondisi yang merupakan kelemahan dari organisasi bisnis, dimana dalam suatu organisasi dianalisis apa saja yang menjadi kendala seriusnya dalam menjalankan bisnis atau usaha.

Opportunities (peluang): analisis terhadap peluang sebuah organisasi agar dapat selalu berkembang dari waktu ke waktu. Hal ini bisa menjadi terobosan yang paling dimanfaatkan oleh suatu entitas bisnis dalam menganalisis perkembangan usahanya.

Threats (ancaman): analisis terhadap ancaman maupun tantangan harus dilakukan oleh organisasi bisnis, ancaman tersebut bisa berasal dari faktor lingkungan eksternal atau ancaman dari organisasi sendiri yang bisa mengakibatkan kebangkrutan. Bila ancaman tidak segera diatasi, maka akan menjadi penghalang yang akan selalu membayangi kenlanjutan usaha organisasi baik di masa sekarang atau di masa depan.

 

Manfaat analisis SWOT dalam strategi pemasaran produk baru yaitu untuk melihat suatu topik permasalahan pada empat sisi yang berbeda. Dan hasil dari analisis SWOT biasanya berupa saran atau rekomendasi untuk menambah keuntungan ataupun mempertahankan kekuatan terhadap peluang yang ada serta menghindari ancaman yang akan timbul. Jika digunakan dengan benar, analisis SWOT akan sangat membantu dalam menilai berbagai sisi yang tidak atau jarang tertelaah. Karena mampu meminimalisir kekurangan dan kelemahan yang dimiliki suatu organisasi bisnis agar dapat terhindar dari dampak-dampak negatif.

Orientasi Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran haruslah berorientasi dalam memahami segala kebutuhan customer, mengadakan riset pasar dan customer, menyusun penataan informasi mengenai pemasaran dan data customer, menambah nilai guna serta membuat metode pemasaran yang sudah terintegrasi. Beberapa hal tadi bila dijalankan dengan baik, maka semua akan menghasilkan dampak positif yang saling menguntungkan antara kedua pihak baik produsen maupun customer, dan alhasil terciptalah customer satisfaction.

Faktor-faktor Utama Pemicu Perubahan Strategi Pemasaran:

  1. Daur Hidup Produk: Strategi yang dapat dilakukan yaitu melalui beberapa tahap diantaranya perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan, dan kemunduran.
  2. Persaingan Organisasi Bisnis di Pasar: Strategi harus disesuaikan dengan posisi organisasi bisnis dalam tingkat persaingan yang terjadi, masuk dalam kategori mana? Sebagai pemimpin, penantang, pengikut atau hanya sebagian kecil saja posisinya.
  3. Keadaan Ekonomi: Strategi harus sesuai juga dengan keadaan ekonomi (situasi dan kondisi) organisasi bisnis. Selain itu, perlu diadakannya pengembangan strategi jangka panjang agar ketika situasi kondisi sedang berubah dapat dikendalikan, serta memastikan bagaimana kelangsungan usaha organisasi kedepannya nanti.

Langkah-langkah Dalam Memulai Strategi Pemasaran:

  1. Menentukan Market Segmentation (segmentasi pasar), yaitu dimana pasar dibagi menjadi beberapa kelompok customer yang membeli dengan kebutuhan berbeda-beda, karakteristiknya berbeda, dan perilakunya pun berbeda, bahkan mungkin bisa jadi harus diadakan bauran pemasaran secara terpisah.
  2. Menetapkan Market Targeting (target pasar), yaitu proses evaluasi terhadap ciri khas masing-masing segmen pasar dalam memilih satu ataupun lebih pelayanan segmen, menetapkan sasaran pasar yang terdiri dari perancangan strategi dalam membangun hubungan baik dengan customer, atau suatu entitas bisnis yang mungkin mengambil keputusan untuk memberikan beragam penawaran produk dalam melayani segmen-segmen pasarnya. Biasanya kebanyakan perusahaan yang memasuki daerah pemasaran baru, hanya melayani satu segmen terlebih dahulu, dan bila berhasil baru mereka akan menambahkan segmen-segmen lain lagi.
  3. Menetapkan Differentiation dan Positioning (Diferensiasi dan Posisi Pasar), yaitu keputusan organisasi bisnis dalam mendiferensiasikan pasar yang ditawarkannya untuk masing-masing segmen dan posisi apa saja yang ingin ditempatkan dalam segmen tersebut. Tim marketing nantinya akan membuat gebrakan baru terus dalam mempertahankan dan meningkatkan posisi produknya di pasar, agar customer tidak memandang sama kualitas produk dengan produk lain yang serupa.

 

Merencanakan Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Yang Sudah Terintegrasi

Bauran pemasaran (marketing mix) merupakan kumpulan dari alat-alat pemasaran yang taktis dan terkendali yang terdiri dari produk fix, harga yang kompeten, tempat pemasaran, dan promosi yang akan dilakukan agar produk cepat direspon oleh pasar.

Bauran pemasaran ini terbagi menjadi 2 macam, yaitu untuk perusahaan dagang terdiri dari 4 bauran pemasaran (4P), sedangkan untuk perusahaan jasa terdiri dari 7 bauran pemasaran (7P). Dan kali ini yang akan kita bahas adalah 4 bauran pemasaran  (4P) saja, karena sangat umum dipakai.

  1. Product (produk): Produk yang ditawarkan harus yang sering digunakan oleh customer, baik barang ataupun jasa, dimana harus jelas mutu, ukuran, desain, kemasan, merk, dan fiturnya.
  2. Price (harga): Harga yang dibanderol usahakan harus terjangkau dan disesuaikan dengan harga yang ditawarkan pesaing. Harus jelas harga per unitnya berapa, diskon atau potongan, periode pembayaran dan cara pembayarannya (cash atau kredit).
  3. Place (tempat): Tempat organisasi bisnis memproduksi dan menyediakan produk bagi pelanggan, meliputi lokasi usaha, persediaan, saluran distribusi, jasa transportasi serta logistik.
  4. Promotion (promosi): Kegiatan promosi ini harus dapat menarik minat pelanggan agar mau membeli  produk. Promosi harus disampaikan dengan komunikatif, berisi penjelasan spesifikasi, manfaat produk, dll. Agar customer yang tertarik lebih banyak, pada awal-awal promosi biasanya sering diadakan pemberian diskon, undian, atau bahkan program beli 2 gratis 1.

Tetapi sebelum menerapkan 4 bauran pemasaran diatas tadi, sebaiknya tim marketing mempertimbangkan terlebih dahulu 4C dibawah ini:

  1. Customer Solution (solusi pelanggan): Produk yang dijual harus dapat memberikan manfaat positif bagi customer.
  2. Customer Cost (biaya pelanggan): Harga yang dipatok tidak boleh terlalu mahal tapi tidak murah juga, sewajarnya saja dan harus terjangkau supaya customer berlangganan membelinya.
  3. Convenience (kenyamanan): Produk harus mudah didapatkan dan mampu memberikan kesenangan pada customer.
  4. Communication (komunikasi): Komunikasi yang jelas dan benar tentang produk harus selalu diterapkan agar tidak menimbulkan kekecewaan pada customer.

 

Dalam melakukan kegiatan program-program strategi pemasaran produk baru ini jelas harus efektif. Semua elemen yang saling berkaitan harus benar-benar dirancang dengan serius dan terintegrasi agar kepuasan customer selalu terjaga.

 

Category: BisnisTags:
No Response

Leave a reply "Konsep-Konsep Penting Dalam Strategi Pemasaran Produk Baru"