Kisah Sukses Air Asia

0 1106

Kisah Sukses Air AsiaPada tahun 2001, Tony Fernandes adalah seorang eksekutif muda yang menjabat sebagai wakil ketua wilayah ASEAN di Studio Warner Songs Southern Eastern Japan. Suatu hari, ia menyaksikan tayangan TV tentang sebuah studi yang menyatakan bahwa 85% dari penduduk Malysia tidak pernah menaiki pesawat dalam hidup mereka. Hal ini memberinya ide untuk mendirikan perusahaan penerbangan berbiaya murah pertama di Malaysia.

Fernandes lalu menggadaikan rumahnya dan membujuk beberapa temannya di studio musik untuk membangun perusahan penerbangan kecil yang akan dinamakan Track Air Sdn. Bhd. Setelah beberapa kali gagal mendapatkan sertifikat izin pendirian perusahaan, Fernandes akhirnya bertemu dengan PM Malaysia saat itu, Mahathir Muhammad. Ia merekomendasikan agar Fernandes mengambil alih AirAsia, sebuah anak perusahaan penerbangan milik negara yang saat itu sedang terlilit utang akibat kesalahan manajemen sebelumnya.

Selama ini banyak yang mengira Fernandes hanya perlu mengeluarkan 1 ringgit untuk mendapatan hak kepemilikan atas Air Aisa. Meskipun secara teori ini benar adanya, faktanya Tony dkk. juga mewarisi utang perusahaan senilai 40 ribu ringgit, yang harus mereka bayar secara cicilan. Saat itu ia juga hanya memiliki 250 karyawan dan dua pesawat tua Boeing 737-300 dengan satu trafik perjalanan.

Namun keyakinannya ternyata benar. Para warga Malaysia dan negara-negara tetangga berebutan mendaftar untuk menjadi penumpang AirAsia. Dalam satu tahun, AirAsia telah melunasi semua utangnya. Sembilan tahun kemudian, AirAsia adalah perusahaan penerbangan murah dengan tingkat pertumbuhan tercepat di dunia, telah mengangkut 85 ribu penumpang, dengan 7000 orang karyawan dan 90 pesawat baru beroperasi ke 130 bandara di Asia, Eropa, dan Oseania.

Konon, ketika perusahaannya masih kecil, Fenandes juga seringkali melibatkan dirinya sebagai staf operasional di berbagai divisi. Ia terkadang mengantar tas penumpang, melayani check-in, bahkan menjadi pramugara dadakan. Hal ini memberikannya kesempatan untuk merasakan secara langsung berbagai masalah yang dialami oleh kru dan penumpang AirAsia. Ketika ia mengetahui bahwa beberapa karyawan rendahan AirAsia juga bermimpi menjadi pilot dan pramugari, ia memberikan mereka beasiswa untuk melanjutkan sekolahnya. Satu hal lain yang membuat Fernandes sangat bangga adalah fakta bahwa AirAsia memiliki 35 orang ofisial wanita dalam manajemennya, yang merupakan jumlah terbanyak di antara seluruh maskapai penerbangan di Malaysia.

Category: Kisah SuksesTags:
No Response

Leave a reply "Kisah Sukses Air Asia"